Sesuatu itu adalah cinta. Karena cinta akan memberikan sepasang sayap kepada telur itu. Seperti burung? Ya. Seperti burung. Membuatmu bisa memandang seluruh isi dunia dengan suka cita. Bahkan, terkadang kamu merasa seluruh dunia ini hanya milikmu seorang.
Hei, aku ingin Cinta!
Apakah cinta menyenangkan seperti musik? Ya. Ia seperti musik, tetapi cinta sejati akan membuatmu selalu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.
Kalau begitu, aku ingin Cinta!
Apakah cinta menakutkan seperti hantu? Ya, cinta sejati seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang pernah benar-benar melihatnya.
Kalau begitu, aku tidak ingin Cinta lagi!
Apakah cinta sesejuk air sungai? Ya. Cinta sejati memang seperti air sungai, sejuk, menyenangkan, dan terus mengalir. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti. Semakin lama semakin besar karena semakin lama semakin banyak anak sungai yang bertemu. Begitu juga cinta, semakin lama mengalir semakin besar batang perasaannya.
Aku ingin Cinta lagi!
Apakah cinta itu memberi? Tidak. Karena kamu selalu bisa memberi tanpa sedikitpun memiliki perasaan cinta. Tetapi kamu tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.
Ah, Cinta!
Dari kota manakah cinta datang? Tidak ada yang tau. Cinta sejati datang begitu saja, tanpa satu alasan pun. Kalau begitu bagaimana aku tau itu cinta? Kau akan tau ketika cinta datang. Tau begitu saja. Dulu orang-orang menyebutnya "cinta pada pandangan pertama". Cinta sejati selalu datang pada pandangan pertama. Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat. Cinta sejati selalu datang pada orang-orang yang berharap berjumpa padanya dan tidak pernah putus asa.
Kelak ketika kamu dewasa, kamu akan melihat banyak sekali orang-orang yang begitu saja jatuh cinta. Bagi mereka, cinta seperti memungut bebatuan di pinggir sungai. Banyak bertebaran. Bosan bisa dilemparkan jauh-jauh. Kurang, tinggal masukkan batu yang lain ke dalam kantong lainnya. Apakah perangai seperti itu disebut cinta? Tentu saja bagi mereka itu juga cinta. Tetapi ingatlah, cinta sejati tak sesederhana bebatuan.
Suatu saat jika kamu beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, menggetarkan jantung. Hanya orang-orang beruntung yang bisa melihat cahaya itu. Apalagi berkesempatan bisa merasakannya.
Apakah cinta memerlukan mata untuk memandang? Tentu tidak!
Tere Liye - Berjuta Rasanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar