Minggu, 31 Oktober 2010

**untuk Seseorang yang istimewa


Ada seseorang yang istimewa..
Suatu hari ketika aku sedang merasakan kebahagiaan yang meletup, dia dengan tulus ikut merasakan kebahagiaan itu. Dia selalu ikut bersyukur atas kebahagiaanku. Dia selalu menjadi yang paling bahagia jika melihat aku bahagia. Walaupun, aku tidak pernah mengingat dia ketika aku bahagia.

Ada seseorang yang istimewa..

Waktu itu, aku ingin pergi ke suatu tempat yang sangat jauh karena ada yang harus aku beli. Tanpa diminta, dia mau menemaniku. Di tengah perjalanan, ternyata cuaca berubah. Langit amat muram. Gumpalan-gumpalan awan hitam merangkak perlahan menutup langit. Pelan tapi pasti, langit berubah gelap pekat. Kilat bergantian mengukir langit. Teriakkan petir yang memekakkan telinga. Ya Allah.. Kau pasti tau bagaimana takutnya aku. Sungguh aku ingin menangis. Aku takut. Di dalam angkutan umum. Di tempat yang jauh. Hujan lebat, petir-petir, dan langit yang hitam. Aku sungguh ingin menangis pada saat itu. Tapi, dia menghiburku, "jangan nangis Lu. Ada aku di sini. Kamu ga sendiri kok. Udah bismillah aja.. Ga akan kenapa-napa kok..", katanya. Dan aku pun kuat. Aku menjadi berani. Namun, aku tidak mengucapkan terima kasih untuk itu..

Ada seseorang yang istimewa..
Sore itu, hujan lebat. Aku sudah ingin pulang. Sudah sangat lelah seharian beraktivitas. Dia sudah mengingatkan, "ntar dulu.. Nunggu hujannya reda dulu.. Sebentar kok.. Daripada kamu sakit". Tapi aku terlalu keras kepala. Terlalu malas untuk menunggu. Akhirnya, aku memaksa pulang. Tanpa diminta, dia mau menemaniku. Hujan-hujanan, hingga basah kuyup. Dia selalu menunjukkan kalau dia sehat, dia baik. Namun, aku tidak tau, jika sebenarnya dia sakit. Aku mengabaikan itu. Aku tidak peka.

Ada seseorang yang istimewa..
Ketika aku merasakan ketakutan, merasa tidak percaya diri karena berdiri sendiri dikerumunan orang-orang baru, dia selalu menguatkan aku, "ayo Lu.. Mulai duluan. Pasti bisa", katanya.

Ada seseorang yang istimewa..
Ketika aku sedang sedih, dia jauh lebih merasakan kesedihan itu. Dia yang pertama menangis ketika melihat aku sedih. Ya, dia selalu menangis untukku. Walaupun aku tau, aku selalu tidak peduli. Dia selalu sabar mendengarkan semua keluh kesahku. Dia selalu sabar menyemangati aku setiap waktu, setiap saat. Dia tidak pernah bosan. Dia selalu tau. Dia selalu ada. Dan, aku tidak pernah mengucapkan terima kasih untuk itu..

Ada seseorang yang istimewa..
Ketika banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan, banyak laporan yang sudah ditentukan deadlinenya, banyak amanah yang harus ditunaikan, dia selalu mengingatkan, "jangan suka ditunda ah.. Ga baik. Ntar malah jadi ga kelar semua". Ah, sudah bosan aku mendengarnya !! Tapi, apa yang dikatakannya memang benar. Pada saatnya, ketika deadline semakin dekat, aku kewalahan. Hampir setiap hari dalam 1 minggu, aku tidur larut. Terkadang aku yang memaksanya untuk menemaniku, walau tanpa dipaksa pun, dia pasti mau menemani. Dia pasti lelah, tapi setelah semua tugas itu selesai, aku tidak mengucapkan terima kasih untuk itu..

Ada seseorang yang istimewa..
Disetiap waktu ketika aku harus menemui Allah, dia selalu mengingatkan aku agar selalu tepat waktu. Dia selalu ingin aku lebih mencintai Allah. Dia juga selalu berharap jika Allah lebih mencintaiku. Namun, terkadang aku masih bandel, masih selalu bilang, "bentar ya.. Sebentaaar lagi...". Ah, dia sungguh tidak pernah bosan mengingatkan.

Ada seseorang yang istimewa..
Disaat aku sedang sibuk mempersiapkan diri untuk beraktivitas di pagi hari, dia selalu mengingatkan untuk melaksanakan sunnah di pagi hari, "sunnah dulu yuu.. Biar yang diterima hari ini lebih barakah. Untuk kamu, untuk orang tua kamu, untuk keluarga kamu", katanya. Ah, selalu malu aku dibuatnya. Terkadang aku masih suka bilang, "ntar aja yaaa.. Agak siangan. Di kampus".

Ada seseorang yang istimewa..
Ketika aku masih tertidur lelap bergulung selimut, dia selalu punya cara yang lembut, cara yang manis untuk membangunkan aku. Sehingga, aku punya waktu untuk bertemu dengan Allah di sepertiga malam . Ah, dia..

Ada seseorang yang istimewa..
Dia selalu mengingatkan aku untuk selalu berbagi. Berbagi dengan teman atau dengan orang yang tidak mampu. Dia tidak suka jika aku lalai. Dia marah jika aku bertindak di hadapan orang lain. "cukup Allah yang tau, Lu..", katanya.

Ada seseorang yang istimewa..
Ketika aku takut, dia ada untuk membuatku nyaman.
Ketika aku sakit, dia lebih sakit dariku.
Ketika aku bahagia, dia lebih bahagia dariku.
Ketika aku jatuh, dia dengan sigap menopangku.
Ketika aku tak berdaya, dia selalu menguatkanku..
Dia selalu berusaha membuatku untuk lebih dekat dengan_Mu.

*Allah tercinta..
Terima kasih telah menciptakan dia.
Dia sempurna di mataku.
Maaf jika aku selalu mendzaliminya..
Sampaikan ucapan terima kasih yang belum sempat terucap untuknya.
Ijinkan aku untuk memahaminya.
Ijinkan aku mencintai_Mu melalui dia.

Semoga Allah mencintaimu.


Bandung, 31 Oktober 2010
Teruntuk, diriku..
Lu'luk Risalatu Ulinnuha

Senin, 25 Oktober 2010

__Satu Rasa__

Ada satu Rasa ..
Rasa yg dengan amat sangat mudah dapat diberikan kepada semua makhluk ..

Kebaikan, Perhatian, Kedewasaan, Kebijaksanaan, adalah beberapa alasan dari ribuan alasan untuk memberikan Rasa itu ..

Namun, Rasa itu juga dapat dengan amat sangat cepat memuai ..

Karena bermacam-macam alasan maupun karena berbagai situasi yang terbentuk ..

Tidak ada keberanian bagiku untuk menunjukkan Rasa ini ..

Rasa itu ..

Rasa untuk makhluk . ^^,


Ada satu Rasa ..

Rasa yang hanya diperuntukkan bagi segelintir makhluk yang dipilih, makhluk yang terpilih oleh makhluk yang lain .

Rasa yang membuat hormon-hormon bahagia meningkat ..

Rasa yang akan melekat lebih lama dari Rasa sebelumnya ..

Ada keberanian bagiku untuk menunjukkan Rasa ini ..

Rasa itu ..

Rasa untuk makhluk . ^^,


Ada satu Rasa ..

Rasa yang akan meletup, mendesak, memaksa keluar jika ada yang datang ..

Rasa yang membuat ketidaknyamanan memuncak ..

Rasa yang .. Ya, Rasa yang ..

Rasa yang tidak akan mungkin dan tidak akan pernah aku tunjukkan untuk saat ini ..

Rasa yang menggambarkan suatu bentuk perhatian, kepemilikan ??

Nampaknya, tidak harus demikian ..

Tidak ditunjukkan bukan berarti tidak ada .

Karena, Rasa ini hanya diperuntukkan bagi seorang makhluk yang spesial ..

Rasa itu ..

Rasa untuk makhluk . ^^,


Ada satu Rasa ..

Rasa yang akan diberikan dengan kadar maksimal ..

Rasa yang membuncah mendesak keluar ..

Rasa yang meletup-letup ..

Rasa yang mengalir deras dalam aliran darah ..

Ada lebih dari ribuan alasan untuk memiliki Rasa ini ..

Rasa yang agung karena ke-Maha-an ..

Rasa yang muncul karena Rasa syukur ..

Rasa yang terbentuk karena penghambaan kepada_Nya ..

Rasa yang lebih dari kata Rasa ..

Rasa yang tidak ada alasan untuk tidak menunjukan ..

Satu Rasa yang mengaktifkan hormon damai, nyaman, bahagia meledak, memenuhi otak ..

Satu Rasa yang takkan pernah ada batasnya ..

Satu Rasa yang takkan berujung ..

Satu Rasa yang akan dibalas dengan Jutaan Rasa yang dahsyat ..

Satu Rasa yang akan diganti oleh Maha Pemilik Rasa ..

Satu Rasa yang tak membawa cela ..

Satu Rasa yang tak pantas diberikan kepada makhluk yang tak berdaya ..

Rasa itu ..

Rasa untuk Allah tercinta .. ^^,


Satu Rasa .. ^^,

,, Katakan ,,

Aku pun tak tau, apa arti sebenarnya .
Yang aku tau, mengatakan, menyampaikan apa adanya itu sudah menggambarkan apa makna sebenarnya .
Aku yakin, tidak semua orang dapat mengatakan, menyampaikan apa yang sebenarnya mereka rasakan atau apa yang sebenarnya mereka pikirkan .
Akan tetap ada sesuatu yang terus disimpan rapi di dalam peti .
Sesuatu yang akan tetap dijaga .
Sesuatu yang dianggap istimewa, sehingga tak perlu ada yang tau .
Tak perlu ada seorang pun !!


Kejujuran .

Iya, kejujuran .
Itu yang sedang dibicarakan ..


Sebuah kata yang dapat merubah arang yang panas membara menjadi arang yang dingin, walaupun butuh waktu yang lama .
Kesakitan, kesedihan, tangisan yang diakibatkan kejujuran, akan berubah menjadi kebahagiaan .
Ya, walaupun memang butuh waktu .


Ah, sulitnya mengaplikasikan kejujuran tanpa ada campur tangan sedikit rasa yang lain .
Tapi, aku sudah berusaha sebisa yang aku mampu .
Aku mengatakan apa yang aku rasakan .
Apa yang aku pikirkan .


Menuntut .

Aku benci kata itu !!
Amat sangat membencinya !!
Itu yang membuatku tidak ingin dan tidak akan pernah memintamu untuk jujur . Meminta hal itu, aku pikir sama halnya dengan menuntut, hanya berbeda rasa bahasa saja .
Lebih halus .
Tidak akan pernah aku memintanya .
Tapi, apakah berharap sama dengan menuntut ?
Yang aku tau, aku hanya berharap kau mau jujur padaku .
Hanya itu .
Apakah salah ?
Entahlah ..


Apa yang aku tau dari pencarian sendiri, amat menyakitkan .
Terima kasih untuk itu .
Kau memang tak pernah melakukan itu padaku, harapan itu jadi lenyap tak berbekas .


Terima kasih sudah memberikan sakit itu untukku .
Biarlah orang lain tetap menganggap kau mulia .
Karena kau memang begitu .


Lalu, apa kau juga akan mengharapkan kejujuranku ?
Maaf, aku tak bisa !



*jujur ?!

*Bahasa hatiku, untuk_MU

Allah tercinta ..
Terima kasih telah memberikan banyak hati di sekitar hamba ..
Terima kasih telah memberikan banyak sayang di sekitar hamba ..
Terima kasih telah memberikan banyak suka di sekitar hamba ..

Allah tercinta ..
Terima kasih telah memberikan banyak benci kepada hamba ..
Terima kasih telah memberikan banyak prasangka kepada hamba ..
Terima kasih telah memberikan banyak ketidaksukaan kepada hamba ..

Allah tercinta ..
Terima kasih ..
Terima kasih ..
Terima kasih ..

Duhai Allah tercinta ..
Hanya Engkau yang mengetahui isi dari tiap hati yg berinteraksi dengan hamba ..
Hanya Engkau yang mengetahui ketulusan dari tiap hati yang berinteraksi dengan hamba ..
Hanya Engkau yang mengetahui keikhlasan dari tiap hati yang berinteraksi dengan hamba ..
Dan, memang hanya Engkau ..

Wahai Allah tercinta ..
Hamba hanya ingin ikhlas ..
Ikhlas menerima semua ketidaksamaan antara hati dan perilaku ..
Ikhlas menerima semua ketidaksesuaian antara hati dan mimik wajah ..
Hamba hanya ingin ikhlas ..
Sungguh ..

Allah tercinta ..
Saat ini, hamba sedang merasakan ketidaksesuaian itu ..
Sungguh Allah ..
Sangat sakit rasanya ..
Sangat menyesakkan ..
Sangat tidak nyaman ..

Allah tercinta ..
Kenapa tiba-tiba rasa ini muncul ?
Kenapa tiba-tiba rasa ini ada ?
Kenapa wahai Allah ?

Sakit ketika melihat senyum yang datang untuk hamba ..
Sakit ketika merasakan kebaikan yang datang untuk hamba ..
Sakit ketika merasakan kehangatan yang datang untuk hamba ..
Sakit ketika merasakan keramahan yang datang untuk hamba ..
Sakit ketika merasakan perhatian yang datang untuk hamba ..Sungguh Allah ..

Wahai Allah tercinta ..
Maaf jika hamba begini ..
Maaf jika hamba tidak bersyukur ..
Maaf jika hamba berprasangka ..
Tolong maafkan Allah ..
Hamba mohon ..

Makhluk_Mu ..
Sangat baik, hamba tau ..
Sangat berpasrah kepada_Mu, hamba tau ..
Sangat ikhlas, hamba tau ..
Sangat mengharapkan ridha_Mu, hamba tau ..
Ya .. Hamba tau itu semua ..
Hamba telah menyaksikan ..

Tapi Allah ..
Apakah khilaf tidak bisa datang ?
Apakah kesempurnaan yang selalu ada ?

Bimbang, sungguh ..
Sedih, sungguh ..
Tidak berdaya, sungguh ..

Allah tercinta ..
Hanya Engkau Yang Maha Tau ..
Hamba mohon ..
Cintai mereka, untukku ..
Sayangi mereka, untukku ..
Lindungi mereka, untukku ..
Kasihi mereka, untukku ..
Belai mereka, untukku ..
Cium mereka, untukku ..
Rindui mereka, untukku ..
Hamba mohon ..

Allah tercinta ..
Hamba mohon ..

*teruntuk seseorang yang -semoga- tulus berinteraksi denganku ..
Sungguh, apapun itu, aku tetap mengirimkan do'a baik untukmu ..
Hanya Allah yang tau, seberapa tulus dirimu kepadaku ..
Hanya Allah yang tau, seberapa tulus do'aku untukmu ..

Minggu, 03 Oktober 2010

** Unbelievable

Always said i would know where to find love,,
Always thought i'd be ready and strong enough,,
But sometimes i just felt i could give up,,
But you came and changed my whole world now,,
I'm somewhere i've never been before,,
Now i see, what love means,,

It's so unbelievable,,
And i don't want to let it go,,
Something so beautiful,,
Flowing down like a waterfall,,
I fell like you've always been,,
Forever a part of me,,
And it's so unbelievable to finally be in love,,
Somewhere i'd never thought i'd be,,

In my heart,,
In my head,,
It's so clear now,,
Hold my hand you've got nothing to fear now,,
I was lost and you've rescued me somehow,,
I'm alive,,
I'm in love you complete me,,
And i've never been here before,,
Now i see, what love means,,

When i think of what i have,,
And this chance i nearly lost,,
I cant help but break down and cry,,

,, Sederhana ,,

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,,
Seperti awan yang setia menebar hujan,,

Di penghujung kemarau,,

Ia tau apa yang bumi butuhkan,,

Meski awan tak pernah menyentuhnya,,


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,,

Seperti mentari yang setia pada bumi,,

Ia tak pernah ingkar untuk muncul diwaktu yang ia janjikan,,

Karena ia tau bahwa bumi membutuhkan sinarnya,,

Setelah melewati malam dingin yang panjang,,


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,,

Seperti hawa murni yang memberimu udara,,

Meski tak terlihat oleh pandangan,,

Namun selalu ada untuk membuatmu tetap bertahan,,


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,,

Seperti telaga bening yang menyejukkan,,

Yang dapat mengundangmu untuk duduk di tepinya,,

Merenung dalam tenang airnya,,

Atau membasuh wajah menghilangkan resah,,

Bahkan kala lelah, kau berenang di jernih airnya,,

Meski telaga itu berkecipak karenanya,,


Sederhana,,

Adalah sesuatu yang agung,,

Menjadikan segala sesuatu nampak mudah,,

Menjadikan segala sesuatu nampak indah,,

Menjadikan segala sesuatu nampak lebih berarti,, bermakna,,

Ya,,

Sesederhana itu,,


Di dalam ruang sederhana ingin aku tempatkan,,

Di dalam ruang sederhana ingin aku pelihara,,

Agar, semuanya tetap sederhana,,

Sesederhana yang aku inginkan,,


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,,

Dengan kata yang tak sempat diucapkan,,

Kayu kepada api yang menjadikannya abu,,


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,,

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan,,

Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada,,


Aku ingin sesederhana itu,,

Andai kau tau,,