
Ada seseorang yang istimewa..
Suatu hari ketika aku sedang merasakan kebahagiaan yang meletup, dia dengan tulus ikut merasakan kebahagiaan itu. Dia selalu ikut bersyukur atas kebahagiaanku. Dia selalu menjadi yang paling bahagia jika melihat aku bahagia. Walaupun, aku tidak pernah mengingat dia ketika aku bahagia.
Ada seseorang yang istimewa..
Waktu itu, aku ingin pergi ke suatu tempat yang sangat jauh karena ada yang harus aku beli. Tanpa diminta, dia mau menemaniku. Di tengah perjalanan, ternyata cuaca berubah. Langit amat muram. Gumpalan-gumpalan awan hitam merangkak perlahan menutup langit. Pelan tapi pasti, langit berubah gelap pekat. Kilat bergantian mengukir langit. Teriakkan petir yang memekakkan telinga. Ya Allah.. Kau pasti tau bagaimana takutnya aku. Sungguh aku ingin menangis. Aku takut. Di dalam angkutan umum. Di tempat yang jauh. Hujan lebat, petir-petir, dan langit yang hitam. Aku sungguh ingin menangis pada saat itu. Tapi, dia menghiburku, "jangan nangis Lu. Ada aku di sini. Kamu ga sendiri kok. Udah bismillah aja.. Ga akan kenapa-napa kok..", katanya. Dan aku pun kuat. Aku menjadi berani. Namun, aku tidak mengucapkan terima kasih untuk itu..
Ada seseorang yang istimewa..
Sore itu, hujan lebat. Aku sudah ingin pulang. Sudah sangat lelah seharian beraktivitas. Dia sudah mengingatkan, "ntar dulu.. Nunggu hujannya reda dulu.. Sebentar kok.. Daripada kamu sakit". Tapi aku terlalu keras kepala. Terlalu malas untuk menunggu. Akhirnya, aku memaksa pulang. Tanpa diminta, dia mau menemaniku. Hujan-hujanan, hingga basah kuyup. Dia selalu menunjukkan kalau dia sehat, dia baik. Namun, aku tidak tau, jika sebenarnya dia sakit. Aku mengabaikan itu. Aku tidak peka.
Ada seseorang yang istimewa..
Ketika aku merasakan ketakutan, merasa tidak percaya diri karena berdiri sendiri dikerumunan orang-orang baru, dia selalu menguatkan aku, "ayo Lu.. Mulai duluan. Pasti bisa", katanya.
Ada seseorang yang istimewa..
Ketika aku sedang sedih, dia jauh lebih merasakan kesedihan itu. Dia yang pertama menangis ketika melihat aku sedih. Ya, dia selalu menangis untukku. Walaupun aku tau, aku selalu tidak peduli. Dia selalu sabar mendengarkan semua keluh kesahku. Dia selalu sabar menyemangati aku setiap waktu, setiap saat. Dia tidak pernah bosan. Dia selalu tau. Dia selalu ada. Dan, aku tidak pernah mengucapkan terima kasih untuk itu..
Ada seseorang yang istimewa..
Ketika banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan, banyak laporan yang sudah ditentukan deadlinenya, banyak amanah yang harus ditunaikan, dia selalu mengingatkan, "jangan suka ditunda ah.. Ga baik. Ntar malah jadi ga kelar semua". Ah, sudah bosan aku mendengarnya !! Tapi, apa yang dikatakannya memang benar. Pada saatnya, ketika deadline semakin dekat, aku kewalahan. Hampir setiap hari dalam 1 minggu, aku tidur larut. Terkadang aku yang memaksanya untuk menemaniku, walau tanpa dipaksa pun, dia pasti mau menemani. Dia pasti lelah, tapi setelah semua tugas itu selesai, aku tidak mengucapkan terima kasih untuk itu..
Ada seseorang yang istimewa..
Disetiap waktu ketika aku harus menemui Allah, dia selalu mengingatkan aku agar selalu tepat waktu. Dia selalu ingin aku lebih mencintai Allah. Dia juga selalu berharap jika Allah lebih mencintaiku. Namun, terkadang aku masih bandel, masih selalu bilang, "bentar ya.. Sebentaaar lagi...". Ah, dia sungguh tidak pernah bosan mengingatkan.
Ada seseorang yang istimewa..
Disaat aku sedang sibuk mempersiapkan diri untuk beraktivitas di pagi hari, dia selalu mengingatkan untuk melaksanakan sunnah di pagi hari, "sunnah dulu yuu.. Biar yang diterima hari ini lebih barakah. Untuk kamu, untuk orang tua kamu, untuk keluarga kamu", katanya. Ah, selalu malu aku dibuatnya. Terkadang aku masih suka bilang, "ntar aja yaaa.. Agak siangan. Di kampus".
Ada seseorang yang istimewa..
Ketika aku masih tertidur lelap bergulung selimut, dia selalu punya cara yang lembut, cara yang manis untuk membangunkan aku. Sehingga, aku punya waktu untuk bertemu dengan Allah di sepertiga malam . Ah, dia..
Ada seseorang yang istimewa..
Dia selalu mengingatkan aku untuk selalu berbagi. Berbagi dengan teman atau dengan orang yang tidak mampu. Dia tidak suka jika aku lalai. Dia marah jika aku bertindak di hadapan orang lain. "cukup Allah yang tau, Lu..", katanya.
Ada seseorang yang istimewa..
Ketika aku takut, dia ada untuk membuatku nyaman.
Ketika aku sakit, dia lebih sakit dariku.
Ketika aku bahagia, dia lebih bahagia dariku.
Ketika aku jatuh, dia dengan sigap menopangku.
Ketika aku tak berdaya, dia selalu menguatkanku..
Dia selalu berusaha membuatku untuk lebih dekat dengan_Mu.
*Allah tercinta..
Terima kasih telah menciptakan dia.
Dia sempurna di mataku.
Maaf jika aku selalu mendzaliminya..
Sampaikan ucapan terima kasih yang belum sempat terucap untuknya.
Ijinkan aku untuk memahaminya.
Ijinkan aku mencintai_Mu melalui dia.
Semoga Allah mencintaimu.
Bandung, 31 Oktober 2010
Teruntuk, diriku..
Lu'luk Risalatu Ulinnuha
Teruntuk, diriku..
Lu'luk Risalatu Ulinnuha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar