Sedang rindu ..
1 tahun tau . Tapi hanya sekedar bertegur sapa, tanpa ada keinginan untuk memperdalam ..
Mengenang awal pertemuan tapi bukan untuk yang pertama, dalam suatu acara ..
Indahnya, kita langsung menyadari kalau Allah yang menghendaki . Berjanji untuk tidak ada yang pergi, aku mengiyakan walau dengan keraguan dan keterpaksaan .
Ya, kita menata kembali tujuan untuk apa kita di sana . Dan saat ini, alhamdulillah kita masih ada di sana, tidak pergi, dan selalu bertahan untuk tidak pergi .
Rindu saat itu ..
Sedang rindu ..
Saat pertama kali aku dengan penuh kepasrahan dan kepercayaan bisa menitikkan air mata di hadapan orang lain, dan itu di hadapanmu . Yang kau lakukan, hanya tersenyum pada saat itu . Ketika aku datang, tiba-tiba menangis, setelah itu pergi lagi, kau pun mempersilahkan, tanpa memaksa aku untuk menceritakan apa yang telah terjadi ..
Rindu saat itu ..
Sedang rindu ..
Kau yang tidak pernah menceritakan semua permasalahan yang sedang kau hadapi . Sampai-sampai aku marah dengan sifatmu itu . Tapi, sekarang aku mengerti, itulah kau ..
Yang aku tau, kau akan mengajakku pergi ketika kau merasakan masalah itu sudah sangat membebanimu . Aku menunggu ..
Karena saat itu aku tau, aku harus menghiburmu ..
Rindu saat itu ..
Sedang rindu ..
Ketika aku benar-benar terpuruk dan hanya bisa menangis sampai mata ini tak berbentuk . Ketika aku sudah memutuskan untuk ada di bawah selimut dan tidak akan bertemu dengan siapapun . Disaat tidak ada seorang pun yang tau, hanya kau yang tau ..
Lewat pesan singkat malam itu . Pesan singkat di jam 8 malam . Pesan yang berisi ajakan untuk pergi bersama . Dan tak tau kenapa, aku gembira . Tidak peduli dengan bentuk mata ini .
Gembiranya saat itu . Kau pun tidak berkomentar apapun tentang mataku, aku pikir kau tak tau . Tapi aku salah, kau peka . Kau selalu memberi sindiran halus . Ah, kau ..
Rindu saat itu ..
Sedang rindu ..
Kau yang pertama meletakkan begitu banyak cokelat di suatu tempat . Banyak ..
Cokelat yang harus aku makan ketika aku sedang sedih ..
Kau yang tiba-tiba datang membawa sesuatu, tanpa diduga .. Taukah kau, aku pun selalu senang membalas apa yang telah kau lakukan . Senang melihat wajahmu gembira . Walau yang aku perbuat tidak bernilai . Kau selalu tau caranya menghargai .
Rindu saat itu ..
Sedang rindu ..
Kau yang pertama mengatakan kata itu .. Ah, kalau kau tau, aku sungguh terharu . Kau selalu bisa membuat aku terharu dengan hal-hal kecil, hal-hal yang tidak penting . Tapi itu yang membuat aku suka ..
Cinta karena Allah ..
Rindu saat itu ..
Sedang rindu ..
Saat aku bilang, aku pernah sakit hati karenamu .. Kau selalu merasa bersalah . Selalu meminta maaf . Padahal aku pun tidak pernah mempermasalahkan itu lagi . Sampai aku menyesal telah jujur tentang hal itu ..
Rindu saat itu ..
Sedang rindu ..
Saat kau katakan, kau tidak ingin yang lain cemburu atas kedekatan kita . Lucu mendengarnya . Seberlebihankah kita ? Aku tau .. Jawabanmu, jawabanku, dan jawaban mereka pasti adalah iya .
Rindu saat itu ..
Rindu pertemuan kita selanjutnya .
Rindu mengukir kenangan lagi denganmu ..
Terima kasih Allah ..
Telah memperkenankan aku bertemu dia ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar